Halaman

Photo by alamasedy.com
Photo by alamasedy.com

Gabutbanget.net-Bukan di satu kota, percaya atau tidak bahwa di Desa Ngliman, Kecamatann Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur terdapat sebelas air terjun. Ini semua berada hanyya di satu desa saja. Air terjun yang paling populer diantaranya adalah Aier terjun Sedudo. Banyaknya air terjun bukanlah tanpa alasan sebab Desa Ngliman sendiri memang berada di lereng Gunung Wilis yang banyak dilimpahi sumber alami pegunungan.


Tidak jauh dari Air Terjun Sedudo, sekitar 500 meter daripertigaan loket masuk-Nya dengan jalan menanjak terdapat air terjun yang boleh dikatakan masih perawan karena masih sangat minim pembangunan. Tapi ini dapat menjadi tolok ukur bahwa keasrian Air Terjun Singokromo masih sangat terjaga.


Air Terjun Singokromo sendiri memiliki ketinggian kira-kira 20meter disertai dengan debit air yang cukup deras. Ketika sampai di lokasi, pengunjung serasa dihipnotis oleh keindahan alam-Nya. kawasan pepohonan yang berada di sekitar air terjun terlihat asri dan eksotis. Ketika air yang terjun dari atas kemudian mengalir di sela dinding bebatuann lalu berakhir di sungai adalah bentuk penyajian alam yang patut diresapi.


Suara merdu dari burung liar serta gemuruh air yang mengucur dari atas kian membuat pikiran menjadi rileks dan membuat suasana hati tambah nyaman. Di sekeliling dari Air Terjun Singokromo, pengunjung akan disuguhi vegetasi tumbuhan hijau yang memukau.


Seajarah Air Terjun Singokromo

Masyarakat lokal sana percaya jika dahulu wilayah tersebut merupakan tempat berkumpul dan berkembang-biaknya Harimau di sekitar lereng Gunung Wilis. Maka tidak mengherankan kalau daerah ini dikenal angker dan berbahaya.


Apalagi tepat di gapura kayu air terjun terdapat tulisan besar, "Anda Memasuki Kawasan Religi Pertapaan Sadepok". Karena memang nyatanya di kawasan air terjun ada sebuah tempat pertapaan, nama tempat pertapaan itu adalah Pertapaan Depok.


Jika Anda berkunjung kesana dan menjumpai pria-pria paruh baya berjalan kaki sambil membawa kantong dan tas kain, mereka lah pertapa-pertapa itu. Secara penamaan, Singokromo berasal dari kata Singo yang berarti Harimau dan Kromo yang berarti kawin.


Mitos lain menyebutkan, air dari Air Terjun Singokromo dipercaya ampuh untuk mengobati berbagai macam penyakit, serta bagi yang belum memiliki jodoh mandi di sana diyakini manjur untuk segera bertemu dengan jodohnya. Di saat bulan purnama atau tepat tanggal 15 dalam kalender Jawa diadakan ritual khusus siraman.


Lokasi


Berada di lereng Gunung Wilis, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Mempunyai jarak kurang lebih 2,5 kilometer ke arah selatan dari pusat Kota Nganjuk. Untuk sampai ke lokasi, pengunjung dapat menempuhh menggunakan transportasi roda dua mengingat jalan yang belum bisa dilalui dengan kendaraan roda empat.


Semisal jika masih menggunakan kendaraan roda empat maka pengunjung hanya dapat memarkirnya di area parkiran kendaraan saja, seterusnya dilalui berjalan kaki dengan jarak kurang lebih sejauh 500 meter.


Namun tidak usah khawatir, untuk menghemat tenaga pengunjung dapat menggunakan jasa ojek untuk menuju ke lokasi. Ojek banyak ditemukan di area parkir kendaraan. Berkunjung ke Air Terjun Singokromo, pengunjung cukup membayar uang parkir Rp. 2000.- untuk sepedah motor.

Air Terjun Singokromo dan Cerita Mistis di Baliknya

Photo by alamasedy.com
Photo by alamasedy.com

Gabutbanget.net-Bukan di satu kota, percaya atau tidak bahwa di Desa Ngliman, Kecamatann Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur terdapat sebelas air terjun. Ini semua berada hanyya di satu desa saja. Air terjun yang paling populer diantaranya adalah Aier terjun Sedudo. Banyaknya air terjun bukanlah tanpa alasan sebab Desa Ngliman sendiri memang berada di lereng Gunung Wilis yang banyak dilimpahi sumber alami pegunungan.


Tidak jauh dari Air Terjun Sedudo, sekitar 500 meter daripertigaan loket masuk-Nya dengan jalan menanjak terdapat air terjun yang boleh dikatakan masih perawan karena masih sangat minim pembangunan. Tapi ini dapat menjadi tolok ukur bahwa keasrian Air Terjun Singokromo masih sangat terjaga.


Air Terjun Singokromo sendiri memiliki ketinggian kira-kira 20meter disertai dengan debit air yang cukup deras. Ketika sampai di lokasi, pengunjung serasa dihipnotis oleh keindahan alam-Nya. kawasan pepohonan yang berada di sekitar air terjun terlihat asri dan eksotis. Ketika air yang terjun dari atas kemudian mengalir di sela dinding bebatuann lalu berakhir di sungai adalah bentuk penyajian alam yang patut diresapi.


Suara merdu dari burung liar serta gemuruh air yang mengucur dari atas kian membuat pikiran menjadi rileks dan membuat suasana hati tambah nyaman. Di sekeliling dari Air Terjun Singokromo, pengunjung akan disuguhi vegetasi tumbuhan hijau yang memukau.


Seajarah Air Terjun Singokromo

Masyarakat lokal sana percaya jika dahulu wilayah tersebut merupakan tempat berkumpul dan berkembang-biaknya Harimau di sekitar lereng Gunung Wilis. Maka tidak mengherankan kalau daerah ini dikenal angker dan berbahaya.


Apalagi tepat di gapura kayu air terjun terdapat tulisan besar, "Anda Memasuki Kawasan Religi Pertapaan Sadepok". Karena memang nyatanya di kawasan air terjun ada sebuah tempat pertapaan, nama tempat pertapaan itu adalah Pertapaan Depok.


Jika Anda berkunjung kesana dan menjumpai pria-pria paruh baya berjalan kaki sambil membawa kantong dan tas kain, mereka lah pertapa-pertapa itu. Secara penamaan, Singokromo berasal dari kata Singo yang berarti Harimau dan Kromo yang berarti kawin.


Mitos lain menyebutkan, air dari Air Terjun Singokromo dipercaya ampuh untuk mengobati berbagai macam penyakit, serta bagi yang belum memiliki jodoh mandi di sana diyakini manjur untuk segera bertemu dengan jodohnya. Di saat bulan purnama atau tepat tanggal 15 dalam kalender Jawa diadakan ritual khusus siraman.


Lokasi


Berada di lereng Gunung Wilis, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Mempunyai jarak kurang lebih 2,5 kilometer ke arah selatan dari pusat Kota Nganjuk. Untuk sampai ke lokasi, pengunjung dapat menempuhh menggunakan transportasi roda dua mengingat jalan yang belum bisa dilalui dengan kendaraan roda empat.


Semisal jika masih menggunakan kendaraan roda empat maka pengunjung hanya dapat memarkirnya di area parkiran kendaraan saja, seterusnya dilalui berjalan kaki dengan jarak kurang lebih sejauh 500 meter.


Namun tidak usah khawatir, untuk menghemat tenaga pengunjung dapat menggunakan jasa ojek untuk menuju ke lokasi. Ojek banyak ditemukan di area parkir kendaraan. Berkunjung ke Air Terjun Singokromo, pengunjung cukup membayar uang parkir Rp. 2000.- untuk sepedah motor.