Halaman

Photo by tempatwisata.pro
Photo by tempatwisata.pro

Gabutbanget.net-Salah satu kota kecil yang berbatsanan dengan Surabaya adalah Sidoarjo. Kota ini banyak dikenal sebagai ota industri dikarenakan banyaknya industri baik dala skala besar maupun kecil. Siapa sangka ternyata di Sidoarjo juga terdapat destinasi alam yang wajib untuk Anda kunjungi sebagai relaksasi tubuh maupun pikiran dari rutinitas pekerjaan yang menjenuhkan.


Destinasi tersebut yakni Pantai Kepetingan. Pantai Kepetingan sendiri merupakan muara dari aliran sungai-sungai yang terletak di wilayah Sidoarjo. Di sekeliling Pantai Kepetingan banyak ditemukan tumbuhan mangrove yang tumbuh subur nan rimbun, tambak nelayan serta yang tidak ketinggalan terdapat pula hutan pantai.


Meski letaknya berada jauh dari pusat kota atau terbilang pelosok, hal tersebut tak membuat surut akan kunjungan, justru letak yang jauh ini merupakan nilai lebih untuk Anda yang ingin jauhh dari suasana hiruk-pikuk jalanan perkotaan yang bising.


Sejarah singkat


Di Pantai Kepetingan, Sidoarjo konon katanya terdapat cerita terkait awal mula dari penamaan tempat tersebut. Kisahnya diawali dari Blambangan, Banyuwangi tepatnya pada masa Prabu Minak Sembuyu. Di ceritakan bahwa Prabu Minak Sembuyu memiliki anak perempuan yang bernama Dewi Sekardadu yang begitu cantik jelita, akan tetapi putri tersebut diserang penyakit sangat berat dan sulit untuk disembuhkan walau berbagai upaya-upaya untuk menyembuhkannya telah dilakukan.


Kebetulan di tahun 1362, Syeh Maulana Iskak sedang menyebarkan agama islam di tanah jawa serta berada di Blambangan. Prabu Minak Sembuyu yang putus asa akhirnya memutuskan membuat sayembara kepada putrinya bahwa siapa pun yang bisa menyembuhkan penyakit Dewi Sekardadu kalau masih muda akan dijadikan menantu, sedang kalau sudah tua akan dijadikan kerabat kerajaan.


Syeh Maulana Iskak kemudian mengikuti sayembara tersebut dan berhasil menyembuhkan Dewi Sekardadu. Akhirnya keduanya pun menikah. Tetapi di tengah pernikahannya Syeh Maulana Iskak terlibat konflik dengan sang Prabu. Syeh Maulana Iskak lalu memilih untuk meninggalkan Blambangan, sebelum pergi Syeh Maulana Iskak berpesan kepada istrinya yang sedang hamil bahwa jika anak yang dikandungnya terlahir laki-laki agar dibarikan nama Raden Paku. Dan benar saja anak tersebut lahir laki-laki.


Di waktu itu, Raja Blambangan murka dikarenakan khawatir Raden Paku bakal merusak kewibawannya. Atas dasar alasan tersebutlah, Raja atau Prabu Minak Sembuyu memutuskan membuang cucunya ke laut. Prajurit kerajaan lantas memasukkan Raden Paku ke dalam peti kemudian melarungkannya ke laut.


Dewi Sekardadi yang mengetahui anaknya dibuang ke laut berusaha untuk mendapatkan Raden Paku kembali. Dewi Sekardadu menceburkan dirinya ke laut, nahasnya gelombang besar menghantam dirinya sehingga membuat dirinya meninggal dan jasadnya mengapung di bawa ikan Keting. Di waktu itu kebetulan terdapat nelayan Balongdowo atau Sidoarjo sedang mencari kerang di sekitar perairan selat Madura.


Melihat jasad wanita cantik yang digotong beramai-ramai oleh ikan Keting membuatnya kaget, jasad Dewi Sekardadu lantas terdampar di pantai dan kemudian dikebumikan secara hormat oleh warga setempat. Dari kejadian tersebut akhirnya membuat penamaan tempat itu yang dikenal dengan Ketingan atau Kepetingan.


Sementara itu pengunjung yang datang berkunjung ke Pantai Kepetingan dapat menikmati keindahan pantai dengan memuaskan hasrat melalui kegiatan mendokumentasikan momen melalui kamera ponsel. Atau melakukan kegiatan seperti bermain voli, snorkling sampai membuat api unggun. Disini pengunjung juga dapat menikmati sunset di ufuk barat yang cahayanya memantul di birunya air.


Soal oleh-oleh, pengunjung bisa membeli kerupuk udangg yang banyak ditemui di sekitar objek wisata tersebut. Masyarakat memang pada umumnya berprofesi sebagai nelayan, diantara mereka lantas mengolah hasil tangkapannya salah satunya dijadikan kerupuk udang.


Jika ingin berkunjung ke Pantai Kepetingan akses yang ditempuh bisa menggunakan jalur darat maupun air. Apabila memilih jalur air, pengunjung harus melewati sungai dengan menggunakan perahu yang dapat disewa. Sedangkan kalau memilih jalur darat pengunjung bisa menjangkaunya dengan kendaraan roda dua sembari melihat pematang tambak di sepanjang perjalanan yang dilalui. Destinasi Pantai Kepetingan tidak perlu membayar tikat masuk, cukup membayar tiket parkir bagi pengunjung yang membawa kendaraan pibadi.

Pantai Kepetingan, Tempat Menarik Untuk Berwisata di Sidoarjo

Photo by tempatwisata.pro
Photo by tempatwisata.pro

Gabutbanget.net-Salah satu kota kecil yang berbatsanan dengan Surabaya adalah Sidoarjo. Kota ini banyak dikenal sebagai ota industri dikarenakan banyaknya industri baik dala skala besar maupun kecil. Siapa sangka ternyata di Sidoarjo juga terdapat destinasi alam yang wajib untuk Anda kunjungi sebagai relaksasi tubuh maupun pikiran dari rutinitas pekerjaan yang menjenuhkan.


Destinasi tersebut yakni Pantai Kepetingan. Pantai Kepetingan sendiri merupakan muara dari aliran sungai-sungai yang terletak di wilayah Sidoarjo. Di sekeliling Pantai Kepetingan banyak ditemukan tumbuhan mangrove yang tumbuh subur nan rimbun, tambak nelayan serta yang tidak ketinggalan terdapat pula hutan pantai.


Meski letaknya berada jauh dari pusat kota atau terbilang pelosok, hal tersebut tak membuat surut akan kunjungan, justru letak yang jauh ini merupakan nilai lebih untuk Anda yang ingin jauhh dari suasana hiruk-pikuk jalanan perkotaan yang bising.


Sejarah singkat


Di Pantai Kepetingan, Sidoarjo konon katanya terdapat cerita terkait awal mula dari penamaan tempat tersebut. Kisahnya diawali dari Blambangan, Banyuwangi tepatnya pada masa Prabu Minak Sembuyu. Di ceritakan bahwa Prabu Minak Sembuyu memiliki anak perempuan yang bernama Dewi Sekardadu yang begitu cantik jelita, akan tetapi putri tersebut diserang penyakit sangat berat dan sulit untuk disembuhkan walau berbagai upaya-upaya untuk menyembuhkannya telah dilakukan.


Kebetulan di tahun 1362, Syeh Maulana Iskak sedang menyebarkan agama islam di tanah jawa serta berada di Blambangan. Prabu Minak Sembuyu yang putus asa akhirnya memutuskan membuat sayembara kepada putrinya bahwa siapa pun yang bisa menyembuhkan penyakit Dewi Sekardadu kalau masih muda akan dijadikan menantu, sedang kalau sudah tua akan dijadikan kerabat kerajaan.


Syeh Maulana Iskak kemudian mengikuti sayembara tersebut dan berhasil menyembuhkan Dewi Sekardadu. Akhirnya keduanya pun menikah. Tetapi di tengah pernikahannya Syeh Maulana Iskak terlibat konflik dengan sang Prabu. Syeh Maulana Iskak lalu memilih untuk meninggalkan Blambangan, sebelum pergi Syeh Maulana Iskak berpesan kepada istrinya yang sedang hamil bahwa jika anak yang dikandungnya terlahir laki-laki agar dibarikan nama Raden Paku. Dan benar saja anak tersebut lahir laki-laki.


Di waktu itu, Raja Blambangan murka dikarenakan khawatir Raden Paku bakal merusak kewibawannya. Atas dasar alasan tersebutlah, Raja atau Prabu Minak Sembuyu memutuskan membuang cucunya ke laut. Prajurit kerajaan lantas memasukkan Raden Paku ke dalam peti kemudian melarungkannya ke laut.


Dewi Sekardadi yang mengetahui anaknya dibuang ke laut berusaha untuk mendapatkan Raden Paku kembali. Dewi Sekardadu menceburkan dirinya ke laut, nahasnya gelombang besar menghantam dirinya sehingga membuat dirinya meninggal dan jasadnya mengapung di bawa ikan Keting. Di waktu itu kebetulan terdapat nelayan Balongdowo atau Sidoarjo sedang mencari kerang di sekitar perairan selat Madura.


Melihat jasad wanita cantik yang digotong beramai-ramai oleh ikan Keting membuatnya kaget, jasad Dewi Sekardadu lantas terdampar di pantai dan kemudian dikebumikan secara hormat oleh warga setempat. Dari kejadian tersebut akhirnya membuat penamaan tempat itu yang dikenal dengan Ketingan atau Kepetingan.


Sementara itu pengunjung yang datang berkunjung ke Pantai Kepetingan dapat menikmati keindahan pantai dengan memuaskan hasrat melalui kegiatan mendokumentasikan momen melalui kamera ponsel. Atau melakukan kegiatan seperti bermain voli, snorkling sampai membuat api unggun. Disini pengunjung juga dapat menikmati sunset di ufuk barat yang cahayanya memantul di birunya air.


Soal oleh-oleh, pengunjung bisa membeli kerupuk udangg yang banyak ditemui di sekitar objek wisata tersebut. Masyarakat memang pada umumnya berprofesi sebagai nelayan, diantara mereka lantas mengolah hasil tangkapannya salah satunya dijadikan kerupuk udang.


Jika ingin berkunjung ke Pantai Kepetingan akses yang ditempuh bisa menggunakan jalur darat maupun air. Apabila memilih jalur air, pengunjung harus melewati sungai dengan menggunakan perahu yang dapat disewa. Sedangkan kalau memilih jalur darat pengunjung bisa menjangkaunya dengan kendaraan roda dua sembari melihat pematang tambak di sepanjang perjalanan yang dilalui. Destinasi Pantai Kepetingan tidak perlu membayar tikat masuk, cukup membayar tiket parkir bagi pengunjung yang membawa kendaraan pibadi.