Halaman

Photo by disparbudpora.tubankab.go.id
Photo by disparbudpora.tubankab.go.id

Gabutbanget.net-Sangat disayangkan jika Anda datang atau berada di Tuban tidak mengunjungi Klenteng Kwan Sin Bio sebagai sarana melepas penat dengan keindahan arsitektur khas bangunannya. Klenteng Kwan Sing Bio dengan luas lima hektar ini merupakan salah satu dari sekian banyak wisata yang dapat dipilih di kota yang mempunyai julukan Bumi Wali ini.


Di hari biasa maupun hari liburan, wisata tersebut selalu dipadati pengunjung. Klenteng yang satu ini disebut-sebut sebagai Klentang di Indonesia yang langsung menghadap ke lautan lepas. Ini memang daya tarik utama selain dari arsitektur bangunan Tionghoa yang memukau.


Pengunjung akan disambut dengan patung kepiting besar yang berada diata gapura saat akan pertama kali masuk ke dalamnya. Terdapat pula patung naga yang dapat dilihat langsung dari beberapa bagian bangunan tersebut, tepatnya di bagian pemujaan.


Sebetulnya di Tuban sendiri ada dua bangunan Klenteng, satu darinya berada di dekat alun-alun Tuban yang bernama Tjoe Lin Kiong. Tapi Klenteng Tjoe Lin Kiong kalah tersohor dari Klenteng Kwan Sing Bio.


Jika Anda berada di waktu-waktu tertentu misalnya pada perayaan imlek akan disambut dengan ragam pertunjukan seperti atraksi kembang api, pagelaran barongsai, wayang tionghoa (wayang titi) maupun pesta kembang api dapat menjadi tontonan menghibur sekaligus gratis.


Sejarah Klenteng Kwan Sing Bio


Klenteng ini sebetulnya mempunyai beberapa catatan arsip sejarah, akan tetapi sangat disayangkan di masa penjajahan arsip-arsip tersebut terbakar. Karena hal tersebut lah jika ingin menelisik sejarahnya kita hanya bisa mendengarnya dari masyarakat lokal semata.


Dari cerita yang berkembang di masyarakat, disebutkan bahwa Klenteng Kwan Sing Bio tidak jauh-jauh dari sebuah keluarga etnis Tionghoa yang pergi merantau ke Indonesia pada zaman dahulu. Keluarga itu pernah bermukim di Desa Tambakboyo.


Desa Tambakboyo sendiri berada kurang lebih 30 kilometer ke arah pusat Kota Tuban. Sekitar 200 tahun yang lalu Klenteng ini berencana akan dipindahkan ke daerah timur. Namun sesampainya di Tuban entah mengapa kapal yang membawa bahan bangunan mogok. Meski semua usaha telah diupayakan, kapal itu tetap tidak bisa berlayar kembali. Sebab alasan tersebut lah awak kapal lalu memutuskan untuk menurunkan bahan bangunan dan membangunnya disana.


Di sana pengunjung akan menemukan deretan lampu lampion yang terpajang rapi, arca dewa-dewa hingga lilin yang berukuran sangat besar sekali. Selain itu Anda juga bisa mencari spot foto menarik lainnya. 


Di tengah area komplek bangunan Klenteng tersebut terdapat pula kolam yang dihiasi dengan patung naga, dan diatas kolam terdapat pulau yang diatasnya sendiri berdiri bangunan dengan penghubung jembatan yang bagus untuk menuju ke pulau itu. 


Klenteng Kwan Sing Bio sendiri memiliki struktur bangunan yang unik lengkap dengan dengan berbagai ornamen bangunan yang identik dengan warna khas merah. 


Akses Klenteng Kwan Singg Bio 


Bagi Anda yang berminat berkunjung kesana bisa melaui rute jalan dengan menggunakan transportasi pribadi baik roda dua maupunn roda empat dari Jalan Diponegoro menuju ke jalan Jendral Sudirman. Jika menggunakan akomodasi transportasi umum Anda bisa naik bus dan turun di terminal bus Kota Tuban, dari terminal dilanjutkan menaiki ojek untuk menuju dan turun di Jalan RE Martadinata No. 1 Klenteng Kwan Sing Bio. Alternatif lain Anda bisa untuk menyewa kendaraan. 


Terkait biaya masuk di area wisata ini pengunjung tidak dikenakan biaya alias gratis. Pengunjung cukup menitipkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di pos penjagaan sebagai syarat administratif masuknya.


Berkunjung ke Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Unik dan Ikonik

Photo by disparbudpora.tubankab.go.id
Photo by disparbudpora.tubankab.go.id

Gabutbanget.net-Sangat disayangkan jika Anda datang atau berada di Tuban tidak mengunjungi Klenteng Kwan Sin Bio sebagai sarana melepas penat dengan keindahan arsitektur khas bangunannya. Klenteng Kwan Sing Bio dengan luas lima hektar ini merupakan salah satu dari sekian banyak wisata yang dapat dipilih di kota yang mempunyai julukan Bumi Wali ini.


Di hari biasa maupun hari liburan, wisata tersebut selalu dipadati pengunjung. Klenteng yang satu ini disebut-sebut sebagai Klentang di Indonesia yang langsung menghadap ke lautan lepas. Ini memang daya tarik utama selain dari arsitektur bangunan Tionghoa yang memukau.


Pengunjung akan disambut dengan patung kepiting besar yang berada diata gapura saat akan pertama kali masuk ke dalamnya. Terdapat pula patung naga yang dapat dilihat langsung dari beberapa bagian bangunan tersebut, tepatnya di bagian pemujaan.


Sebetulnya di Tuban sendiri ada dua bangunan Klenteng, satu darinya berada di dekat alun-alun Tuban yang bernama Tjoe Lin Kiong. Tapi Klenteng Tjoe Lin Kiong kalah tersohor dari Klenteng Kwan Sing Bio.


Jika Anda berada di waktu-waktu tertentu misalnya pada perayaan imlek akan disambut dengan ragam pertunjukan seperti atraksi kembang api, pagelaran barongsai, wayang tionghoa (wayang titi) maupun pesta kembang api dapat menjadi tontonan menghibur sekaligus gratis.


Sejarah Klenteng Kwan Sing Bio


Klenteng ini sebetulnya mempunyai beberapa catatan arsip sejarah, akan tetapi sangat disayangkan di masa penjajahan arsip-arsip tersebut terbakar. Karena hal tersebut lah jika ingin menelisik sejarahnya kita hanya bisa mendengarnya dari masyarakat lokal semata.


Dari cerita yang berkembang di masyarakat, disebutkan bahwa Klenteng Kwan Sing Bio tidak jauh-jauh dari sebuah keluarga etnis Tionghoa yang pergi merantau ke Indonesia pada zaman dahulu. Keluarga itu pernah bermukim di Desa Tambakboyo.


Desa Tambakboyo sendiri berada kurang lebih 30 kilometer ke arah pusat Kota Tuban. Sekitar 200 tahun yang lalu Klenteng ini berencana akan dipindahkan ke daerah timur. Namun sesampainya di Tuban entah mengapa kapal yang membawa bahan bangunan mogok. Meski semua usaha telah diupayakan, kapal itu tetap tidak bisa berlayar kembali. Sebab alasan tersebut lah awak kapal lalu memutuskan untuk menurunkan bahan bangunan dan membangunnya disana.


Di sana pengunjung akan menemukan deretan lampu lampion yang terpajang rapi, arca dewa-dewa hingga lilin yang berukuran sangat besar sekali. Selain itu Anda juga bisa mencari spot foto menarik lainnya. 


Di tengah area komplek bangunan Klenteng tersebut terdapat pula kolam yang dihiasi dengan patung naga, dan diatas kolam terdapat pulau yang diatasnya sendiri berdiri bangunan dengan penghubung jembatan yang bagus untuk menuju ke pulau itu. 


Klenteng Kwan Sing Bio sendiri memiliki struktur bangunan yang unik lengkap dengan dengan berbagai ornamen bangunan yang identik dengan warna khas merah. 


Akses Klenteng Kwan Singg Bio 


Bagi Anda yang berminat berkunjung kesana bisa melaui rute jalan dengan menggunakan transportasi pribadi baik roda dua maupunn roda empat dari Jalan Diponegoro menuju ke jalan Jendral Sudirman. Jika menggunakan akomodasi transportasi umum Anda bisa naik bus dan turun di terminal bus Kota Tuban, dari terminal dilanjutkan menaiki ojek untuk menuju dan turun di Jalan RE Martadinata No. 1 Klenteng Kwan Sing Bio. Alternatif lain Anda bisa untuk menyewa kendaraan. 


Terkait biaya masuk di area wisata ini pengunjung tidak dikenakan biaya alias gratis. Pengunjung cukup menitipkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di pos penjagaan sebagai syarat administratif masuknya.