Halaman

sumber gambar kumparan.com
sumber gambar kumparan.com

Gabutbanget.net- Menjadi air terjun tertinggi di pulau jawa dan tertinggi kedua di Indonesia menjadikan Air Terjun Madakaripura sebagai destinasi wisata alam yang mempunyai penikmatnya tersendiri. Terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, maka ini menjadi pilihan potensial sebagai rehat terlebih dahulu ketika telah mengunjungi keindahan Bromo, meski begitu Air Terjun Madakaripura juga dapat dijadikan sebagai alternatif pemanasan trekking terlebih dahulu sebelum menjelajahi Bromo.


Nama "Madakaripura" terdiri dari tiga suku kata, yakni 'Mada, Kari, dan Pura'. Mada yang mengacu pada Gadjah Mada yakni Jenderal Militer dari kerajaan Majapahit saat itu. Kari yang berarti peninggalan, serta Pura yang memiliki arti tempat untuk bersembayang atau melakukan pertapaan. Jika digabungkan Madakaripura memiliki arti tempat pertapaan peninggalan Gadjah Mada. 


Menurut cerita yang berkembang, dahulu Gadjah Mada pergi ke Air Terjun Madakaripura ketika Mahapatih telah dicopot jabatannya. Pencopotan tersebut tak lain dilatarbelakangi oleh tindakan Gadjah Mada yang telah membantai ratusan orang dari kerajaan Sunda Galuh. Diceritakan bahwa Gadjah Mada menghabiskan waktu sisa hidupnya di air terjun tersebut, bahkan sampai Mahapatih meninggal, beliau tetap berada di Madakaripura untuk merenungi apa yang telah dilakukan.


Namun versi lain menyebutkan, jika Madakaripura adalah bentuk hadiah dari Raja Majapahit kepada Gadjah Mada sebagai wujud terima kasih karena telah berhasil mempersatukan Nusantara.


Cerita Gadjah Mada di tempat wisata alam itu diperkuat dengan adanya arca Gadjah Mada di area parkir. Jadi pengunjung ketika bertandang ke Air Terjun Madakripura akan disambut dengan arca Gadjah Mada. 


Pesona Air Terjun Madakaripura


Air terjun yang terletak di Probolinggo itu juga dikenal sebagai air terjun abadi karena meski musim kemarau air tetap mengalir. Wisata alam ini pertama kali dibuka untuk umum dari tahun 1991 dengan memiliki tinggi sekitar 200 meter. 


Untuk sampai di Air Terjun Madakaripura, pengunjung diharuskan untuk trekking sekitar 1 jam perjalanan. Rute jalan setapak di lembah perbukitan itu terletak disamping aliran sungai dari air terjun. Meski terbilang cukup jauh untuk sampai pada titik pusat air terjun, namun dijamin perjalanan tak akan terasa sebab pengunjung akan disuguhi dengan panorama alam yang masih asri.


Mendekati titik air terjun lembah sungai kian menyempit semacam ngarai. Jika pengunjung cuma sekedar ingin menikmati pesonannya, maka disarankan untuk memakai jas hujan dikarenakan percikan dari air terjun membuat seolah-olah badan seperti diguyur hujan. Air yang mengalir tidak hanya dari air terjun utama saja, melainkan juga dari tepian tebing yang menyempit.


Dengan letaknya yang berada di lereng Gunung Bromo pada ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut, membuat hawa sejuk tak dapat dielakan. Hawa sejuk tersebut semakin lengkap dengan hijaunya kondisi sekeliling dan panorama serta gemericik air yang terjun dari atas dapat menjadi semacam relaksasi pada tubuh yang lelah dari kesibukan sehari-hari. 


Yang khas dari Air Terjun Madakaripura adalah bentuk dari tebing di sekeliling yang menyerupai ceruk, ceruk ini membuat pengunjung layaknya berada di dalam botol dengan segala keindahan yang tersaji di depan mata. Guyuran air yang tidak hanya berasal dari satu pancar titik namun menyeluruh di hampir semua bagian tebing kadangkala membentuk pelangi.


Aktivitas menikmati air yang terjun dari atas dan mengelir di bawah seperti berenang diperkenankan untuk dilakukan oleh pengelola sepanjang pengunjung bisa melakukan aktivitas berenang. Kedalaman dari kolam alami yang menampung guyuran air mencapai 6-7 meter. Namun demi keselamatan bersama, saat hari mulai geap dan berawan seluruh pengunjung tidak diperkenankan untuk berenang. 


Adapun mitos yang berkembang dan dipercaya oleh masyarakat, bahwa pengunjung harus pulang sebelum pukul 2 siang, masyarakat sekitar percaya jika berada disana melebihi pukul 2 siang maka akan terjadi hujan secara tiba dan membuat debit air naik sehingga akan membahayakan pengunjung jika terjadi luapan air. 


Mitos lain menyebutkan, air disana bisa membuat awet muda. Serta diperkenankan sebelum berkunjung ke Air Terjun Madakaripura untuk memiliki niatan baik, sebab niat baik akan mendatangkan kebaikan bagi pengunjung, sebaliknya jika berkunung kesana dengan membawa niatan buruk akan membawa malapetaka bagi diri pengunjung sendiri.


Masih dengan kepercayaan yang berkembang di masyarakat sekitar, rongga-ronggga yang berada di sekililing air terjun dipercaya salah satunya menjadi tempat moksa dari Gadjah Mada. Air Terjun Madakaripura mempunyai bentuk aliran radial sentrifugal yang berarti satu titik menyebar, sehingga jika pengunjung lebih dalam menengksplor maka akan ditemukan air terjun ini menyebar.


Lokasi dan Harga Tiket


Air Terjun Madakaripura berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengget Semeru, tepatnya di Desa Sapih, Branggah, Lumbang, Probolinggo, Jawa Timur. Air Terjun Madakaripura dapat ditempuhdari pusat Probolinggo sekitar 1 jam perjalanan berkendara atau 2 jam perjalanan jika ditempuh dari Pasuruan.


Harga tiket masuk yang dibebankan kepada pengunjung terbilang sangat ramah dikantong, per orang hanya Rp. 11.000 ditambah dengan uang parkir sebesar Rp. 5.000 untuk mobil dan Rp. 3.000 untuk kenadaraan bermotor. Jam operasional Air Terjun Madakaripura buka setiap hari dari pukul 08 : 00 WIB sampai 16 : 00 WIB. 


Di Air Terjun Madakaripura juga tersedia guide yang siap menemani dan mengantar pengunjung. Guide ini juga akan menceritakan secara detail terkait sejarah di balik Air Terjun Madakaripura. Soal harga, tergantung dari kesepakatan yang telah disepakati sebelumnya oleh kedua belah pihak yakni antara pengunjung dan guide itu sendiri.

Mengintip Pesona Air Terjun Madakaripura di Probolinggo

sumber gambar kumparan.com
sumber gambar kumparan.com

Gabutbanget.net- Menjadi air terjun tertinggi di pulau jawa dan tertinggi kedua di Indonesia menjadikan Air Terjun Madakaripura sebagai destinasi wisata alam yang mempunyai penikmatnya tersendiri. Terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, maka ini menjadi pilihan potensial sebagai rehat terlebih dahulu ketika telah mengunjungi keindahan Bromo, meski begitu Air Terjun Madakaripura juga dapat dijadikan sebagai alternatif pemanasan trekking terlebih dahulu sebelum menjelajahi Bromo.


Nama "Madakaripura" terdiri dari tiga suku kata, yakni 'Mada, Kari, dan Pura'. Mada yang mengacu pada Gadjah Mada yakni Jenderal Militer dari kerajaan Majapahit saat itu. Kari yang berarti peninggalan, serta Pura yang memiliki arti tempat untuk bersembayang atau melakukan pertapaan. Jika digabungkan Madakaripura memiliki arti tempat pertapaan peninggalan Gadjah Mada. 


Menurut cerita yang berkembang, dahulu Gadjah Mada pergi ke Air Terjun Madakaripura ketika Mahapatih telah dicopot jabatannya. Pencopotan tersebut tak lain dilatarbelakangi oleh tindakan Gadjah Mada yang telah membantai ratusan orang dari kerajaan Sunda Galuh. Diceritakan bahwa Gadjah Mada menghabiskan waktu sisa hidupnya di air terjun tersebut, bahkan sampai Mahapatih meninggal, beliau tetap berada di Madakaripura untuk merenungi apa yang telah dilakukan.


Namun versi lain menyebutkan, jika Madakaripura adalah bentuk hadiah dari Raja Majapahit kepada Gadjah Mada sebagai wujud terima kasih karena telah berhasil mempersatukan Nusantara.


Cerita Gadjah Mada di tempat wisata alam itu diperkuat dengan adanya arca Gadjah Mada di area parkir. Jadi pengunjung ketika bertandang ke Air Terjun Madakripura akan disambut dengan arca Gadjah Mada. 


Pesona Air Terjun Madakaripura


Air terjun yang terletak di Probolinggo itu juga dikenal sebagai air terjun abadi karena meski musim kemarau air tetap mengalir. Wisata alam ini pertama kali dibuka untuk umum dari tahun 1991 dengan memiliki tinggi sekitar 200 meter. 


Untuk sampai di Air Terjun Madakaripura, pengunjung diharuskan untuk trekking sekitar 1 jam perjalanan. Rute jalan setapak di lembah perbukitan itu terletak disamping aliran sungai dari air terjun. Meski terbilang cukup jauh untuk sampai pada titik pusat air terjun, namun dijamin perjalanan tak akan terasa sebab pengunjung akan disuguhi dengan panorama alam yang masih asri.


Mendekati titik air terjun lembah sungai kian menyempit semacam ngarai. Jika pengunjung cuma sekedar ingin menikmati pesonannya, maka disarankan untuk memakai jas hujan dikarenakan percikan dari air terjun membuat seolah-olah badan seperti diguyur hujan. Air yang mengalir tidak hanya dari air terjun utama saja, melainkan juga dari tepian tebing yang menyempit.


Dengan letaknya yang berada di lereng Gunung Bromo pada ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut, membuat hawa sejuk tak dapat dielakan. Hawa sejuk tersebut semakin lengkap dengan hijaunya kondisi sekeliling dan panorama serta gemericik air yang terjun dari atas dapat menjadi semacam relaksasi pada tubuh yang lelah dari kesibukan sehari-hari. 


Yang khas dari Air Terjun Madakaripura adalah bentuk dari tebing di sekeliling yang menyerupai ceruk, ceruk ini membuat pengunjung layaknya berada di dalam botol dengan segala keindahan yang tersaji di depan mata. Guyuran air yang tidak hanya berasal dari satu pancar titik namun menyeluruh di hampir semua bagian tebing kadangkala membentuk pelangi.


Aktivitas menikmati air yang terjun dari atas dan mengelir di bawah seperti berenang diperkenankan untuk dilakukan oleh pengelola sepanjang pengunjung bisa melakukan aktivitas berenang. Kedalaman dari kolam alami yang menampung guyuran air mencapai 6-7 meter. Namun demi keselamatan bersama, saat hari mulai geap dan berawan seluruh pengunjung tidak diperkenankan untuk berenang. 


Adapun mitos yang berkembang dan dipercaya oleh masyarakat, bahwa pengunjung harus pulang sebelum pukul 2 siang, masyarakat sekitar percaya jika berada disana melebihi pukul 2 siang maka akan terjadi hujan secara tiba dan membuat debit air naik sehingga akan membahayakan pengunjung jika terjadi luapan air. 


Mitos lain menyebutkan, air disana bisa membuat awet muda. Serta diperkenankan sebelum berkunjung ke Air Terjun Madakaripura untuk memiliki niatan baik, sebab niat baik akan mendatangkan kebaikan bagi pengunjung, sebaliknya jika berkunung kesana dengan membawa niatan buruk akan membawa malapetaka bagi diri pengunjung sendiri.


Masih dengan kepercayaan yang berkembang di masyarakat sekitar, rongga-ronggga yang berada di sekililing air terjun dipercaya salah satunya menjadi tempat moksa dari Gadjah Mada. Air Terjun Madakaripura mempunyai bentuk aliran radial sentrifugal yang berarti satu titik menyebar, sehingga jika pengunjung lebih dalam menengksplor maka akan ditemukan air terjun ini menyebar.


Lokasi dan Harga Tiket


Air Terjun Madakaripura berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengget Semeru, tepatnya di Desa Sapih, Branggah, Lumbang, Probolinggo, Jawa Timur. Air Terjun Madakaripura dapat ditempuhdari pusat Probolinggo sekitar 1 jam perjalanan berkendara atau 2 jam perjalanan jika ditempuh dari Pasuruan.


Harga tiket masuk yang dibebankan kepada pengunjung terbilang sangat ramah dikantong, per orang hanya Rp. 11.000 ditambah dengan uang parkir sebesar Rp. 5.000 untuk mobil dan Rp. 3.000 untuk kenadaraan bermotor. Jam operasional Air Terjun Madakaripura buka setiap hari dari pukul 08 : 00 WIB sampai 16 : 00 WIB. 


Di Air Terjun Madakaripura juga tersedia guide yang siap menemani dan mengantar pengunjung. Guide ini juga akan menceritakan secara detail terkait sejarah di balik Air Terjun Madakaripura. Soal harga, tergantung dari kesepakatan yang telah disepakati sebelumnya oleh kedua belah pihak yakni antara pengunjung dan guide itu sendiri.